v0.10.0Online 0

Faedah | Jangan Cepat Tergiur Dengan Keuntungan Besar Dalam Bisnis

Sabtu 03-10-2026 02:08:053 minggu yang laluDibaca 0xDishare 0x

Misalnya: Seseorang melihat iklan tentang suatu transaksi bisnis dan orang-orang berbondong-bondong mengikutinya, lalu dia meneliti akad tersebut.


Dan dengan pemahamannya, muncul keraguan pada dirinya apakah akad ini sesuai dengan hukum syariat, lalu salah seorang temannya menghubunginya dan berkata: "kabar gembira wahai Abu Fulan, semoga saja engkau mau ikut bergabung bersama kami." Maka dia menjawab: "Tidak, demi Allah, di hatiku masih ada sesuatu (keraguan)."


Temannya berkata: "Tidak apa-apa, aku sudah bertanya kepada Syekh Fulan, dan dia mengatakan: transaksi ini boleh, tidak ada masalah di dalamnya" - padahal sudah diketahui bahwa mufti ini suka bermudah-mudahan dalam bab ini, dan menjawab orang-orang sesuai dengan apa yang mereka inginkan -


Maka orang pertama tadi berkata: "Kita lihat nanti, insyaAllah baik." Kemudian keraguannya semakin bertambah. Maka dengan kesempurnaan imannya, dia tidak berani masuk ke dalam transaksi tersebut. Dan jika dia melihat kepada muftinya, dia mendapati bahwa keadaannya sudah dikenal suka mengikuti hawa nafsu.


Maka apa yang dia rasakan di dalam hatinya saat itu, itulah yang seharusnya dijadikan pegangan untuk tidak masuk ke dalam transaksi tersebut.


Syaikh sholih Al-Ushoimi dalam kitab syarh Al-'arbain An-nawawi


✍️Al-Ustadz Ahmad Al-Kandari Hafidzhahullah

Created By : Abu Abdillah - 3 minggu yang laluUpdated By : Abu Abdillah - 3 minggu yang lalu

Sumber:

  • Mahasiswa Bertalaqqi
  • AL-USTADZ AHMAD J.MUHAMMAD AL-KANDARY, LC

Tags: